Cemburu itu Tabiat Wanita


Cemburu itu Tabiat Wanita


Perasaan cemburu adalah rasa takut pada diri seseorang terhadap orang lain, sekiranya orang lain tersebut menempati kedudukannya. Perasaan ini disertai dengan sifat keras, emosi dan kebencian terhadap orang yang menyainginya. Perasaan cemburu yang menghinggapi seseorang, dapat merusak keseimbangannya, dapat menyebabkan kepribadian dan kehidupannya menjadi kacau, bahkan bisa sampai mengakibatkan kelemahan fisik.


Menjadi hal yang lumrah jika seorang wanita memiliki sifat cemburu, entah itu cemburu terhadap anak, pasangan atau bahkan terhadap orang lain.


Kembali lagi, wanita dikenal sebagai mahluk yang memiliki sifat cemburu yang amat sangat tinggi dan berlebihan, karena setiap sifat- sifat yang ada pada diri wanita sekarang ini merupakan sifat-sifat yang ada juga ada pada diri istri-istri Rasulullah SAW.


Dari kisah-kisah kecemburuan sebagian isteri Rasulullah SAW tersebut, bisa diambil pelajaran berharga, bahwa sepatutnya seorang wanita yang sedang dilanda cemburu agar menahan dirinya, sehingga perasaan cemburu tersebut tidak mendorongnya melakukan pelanggaran syari’at, berbuat zhalim, ataupun mengambil sesuatu yang bukan haknya. Maka janganlah mengikuti perasaan secara membabi buta.


Bagaimanapun, cemburu yang berlebihan pun termasuk perbuatan tercela. Bagaimana mengukur cemburu yang sewajarnya dan eksesif, dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan dari Jabir bin 'Atik al-Anshari secara marfu' sebagai berikut.


"Kecemburuan itu ada yang disukai, dan ada yang dibenci Allah. Di antara sikap membanggakan, ada yang disukai dan ada yang dibenci Allah.


Adapun kecemburuan yang disukai Allah ialah cemburu dalam perkara yang mencurigakan, sedangkan cemburu yang dibenci Allah ialah cemburu dalam perkara yang tidak mencurigakan


"Sungguh wanita mampu menyembunyikan cinta selama 40 tahun, namun tak sanggup menyembunyikan cemburu meski sesaat"

- Ali bin Abi Thalib - 


Wanita pencemburu, lebih melihat permasalahan dengan perasaan hatinya daripada indera matanya. Ia lebih berbicara dengan nafsu emosinya dari pada pertimbangan akal sehatnya. 


Sehingga sesuatu masalah menjadi berbalik dari yang sebenarnya. Hendaklah hal ini disadari oleh kaum wanita, agar mereka tidak berlebihan mengikuti perasaan, namun juga mempergunakan akal sehat dalam melihat suatu permasalahan.


Orang yang pecemburu, seakan-akan merasakan kekurangan pada dirinya. Dalam kondisi yang wajar, hal ini tidaklah mengapa, karena termasuk bentuk pembelaan diri dan pendorong alami untuk bersaing dalam perkara yang mulia, serta ambisi untuk mencapai cita-cita yang tinggi. Akan tetapi, sebagaimana sifat dan tabiat yang baik, terkadang bisa menjadi bencana apabila melebihi batas kewajaran.


At-Thabari berkata,


ﺍﻟﻐﻴﺮﺓ ﻣﺴﺎﻣﺢ ﻟﻠﻨﺴﺎﺀ ﻓﻴﻬﺎ ﻻ ﻋﻘﻮﺑﺔ ﻋﻠﻴﻬﻦ ﻓﻴﻬﺎ ﻟﻤﺎ ﺟُﺒِﻠﻦ ﻋﻠﻴﻪ ﻣﻦ ﺫﻟﻚ


“Rasa cemburu wanita itu harus dimaklumi. Tidak ada hukuman bagi mereka, karena cemburu adalah tabiat bawaan wanita.”