Menangis Tanpa Sebab dalam Islam


Menangis tanpa sebab dalam Islam sejatinya merupakan tanda cinta Allah terhadap umat-Nya. Kondisi itu menandakan seorang Muslim masih mengingat Allah ketika hendak berdosa sehingga ia tidak jadi melakukan dosanya itu.


Menangis adalah cara alami untuk mengekspresikan emosi, sekalipun alasannya tidak jelas. Kondisi kesehatan mental, ketidakseimbangan hormon, atau kondisi neurologis mungkin menjadi penyebabnya. Di sisi lain, beberapa orang mungkin mengaitkan menangis tanpa sebab sebagai salah satu bentuk kedekatan diri dengan Allah SWT. Benarkah kondisinya seperti itu?


Dalam riwayat Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW bersabda:


"Dua mata yang selamanya tidak akan disentuh oleh api neraka yakni mata yang semalaman menjaga kaum muslimin di peperangan dan mata yang menangis karena takut pada Allah." (Ahmad bin Abi Bakar al-Bushiry, Ittihaf al-Kiyaroh al-Maharoh Bi Zawaid al-Masanid al-Asyaroh, j. 5 h. 125).


Sufyan bin Uyainah Rahimahullah pernah ditanya perihal kegundahan yang muncul tanpa sebab. Beliau menjawab, “Itu adalah akibat dosa yang engkau berkeinginan untuk melakukannya, namun engkau tidak jadi melakukannya.”


Di sisi lain, Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah juga pernah berkata, “Dosa-dosa itu ada hukumannya, dosa dalam hati hukumannya juga dalam hati, dosa yang terang-terangan maka hukumannya pun juga terang-terangan.” Artinya, Allah tahu bahwa umat-Nya akan melakukan suatu dosa meskipun dosa itu masih hanya sebatas niat. Untuk menjaga umat-Nya agar tidak terjerumus, Dia menghadirkan kegundahan dan kegelisahan di hati mereka. Dengan begitu, umat Muslim akan berpikir dua kali untuk melakukan dosa tersebut.


Sebagai manusia yang seringkali berbuat salah dan dosa, bahkan tidak peduli sebesar apapun dosa yang dia lakukan, Allah subhanahu wata'ala akan tetap mengampuni hamba-Nya yang mau bertaubat. Jadi, jika hatimu bersedih, gelisah, dan kecewa akibat dosa-dosa yang telah diperbuat, maka segeralah bertaubat kepada Allah subhanahu wata'ala dan jangan berputus asa dari rahmat Allah subhanahu wata'ala, karena kasih sayang-Nya begitu luas.


Allah subhanahu wata'ala akan selalu siap menerima taubat jika kita bertaubat dengan penuh keikhlasan. Kemudian, jadilah kita seseorang yang menjauhi dosa-dosa dan berusahalah untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wata'ala. Karena dosa hanya akan memperburuk kondisi hati, meningkatkan kesedihan, kekecewaan, dan gelisah dalam hidup.


Jadi, jika hatimu bersedih, gelisah, dan kecewa akibat dosa-dosa yang telah diperbuat, maka segeralah bertaubat kepada Allah subhanahu wata'ala dan jangan berputus asa dari rahmat Allah subhanahu wata'ala, karena kasih sayang-Nya begitu luas.


Allah subhanahu wata'ala akan selalu siap menerima taubat jika kita bertaubat dengan penuh keikhlasan. Kemudian, jadilah seseorang yang menjauhi dosa-dosa dan berusahalah untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wata'ala.


#menangis #tanpasebab #artikel #mabifoundation #novmi #kalibaru #cilincing #jakartautara #bersedih