Merokok ternyata diperbolehkan?

Berbagai spekulasi terkait merokok memang menjadi topik hangat di kalangan masyarakat. Beberapa mengatakan bahwa merokok termasuk haram alias dilarang oleh agama, sebagian lagi mengatakan bahwa merokok tidak berkaitan dengan hukum agama.

Dalam islam tentunya hal ini menjadi bahasan yang cukup serius. Apalagi telah beredar nya isu fatwa terkait merokok yang diharamkan oleh sebuah lembaga tinggi agama islam.

Islam tidak melarang siapapun melakukan tindak kan yang berkaitan dengan kebiasaan seseorang selama hal tersebut tidak merugikan pihak lain. Demikian juga dengan merokok yang juga bergantung pada kepribadian setiap individu yang melakukannya.

Islam hanya mengajarkan umatnya untuk tidak melakukan kegiatan yang merugikan diri sendiri. Sudah bukan rahasia lagi bahwa merokok sejatinya merupakan kebiasaan yang dapat merusak kesehatan. Bahkan dalam setiap bungkus nya sudah tertulis “merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin”. Maka menanggapi hal tersebut, rokok dinilai merupakan tindak kan atau kebiasaan yang tidak baik dilakukan bagi umat muslim.

Secara umum merokok menurut para ulama dinilai sebagai tindakan yang memiliki dua macam hukum yaitu haram dan makruh. Namun, dalam penerapan nya melekat kan hukum makruh pada kebiasaan merokok lebih disetujui oleh kalangan masyarakat agar tidak terjadi kesejangan sosial serta menimbulkan keributan tertentu.

“(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakan nya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (al-Qur’an), mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. al-A’raaf: 157)

Ayat tersebut telah menjelaskan bahwa Allah menghalalkan segala yang baik bagi umat manusia dan mengharamkan yang buruk bagi manusia. Secara ilmu kesehatan, rokok merupakan barang yang berpotensi untuk membuat kondisi pemakainya justru menurun. Dapat diartikan bahwa merokok adalah kebiasaan yang tidak baik serta dilarang oleh Allah.

Keburukan mengkonsumsi rokok juga telah dengan jelas disebutkan pada kemasan rokok tersebut. Sebagai peringatan, justru kalimat yang hampir disetujui semua kalangan itu tidak sekalipun diindahkan. 

“Dan belanjakanlah (harta dan bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik” (QS. Al-Baqarah: 195)

Hal tersebut menjelaskan kepada kita sebagai umat muslim untuk tidak menggunakan apapun untuk menghancurkan diri kita sendiri. Kita mengetahui bahwa rokok sebenarnya dapat membunuh manusia secara perlahan.

Kematian yang disebabkan oleh bahaya merokok sudah terjadi hampir diseluruh dunia. Beberapa penyakit seperti jantung, paru-paru, kanker tenggorokan dan sebagainya termasuk jenis penyakit yang mayoritas disebabkan rokok tidak terkendali. Jadi, wajar saja bila rokok dianggap sebagai racun yang perlahan dapat membunuh.

Pembelaan mengenai merokok dilakukan oleh mereka yang sudah menganggap rokok sebagai candu. Merokok tidak hanya membahayakan diri mereka sendiri, melainkan juga orang-orang disekitar mereka. Bahkan riset menyatakan bahaya perokok pasif atau mereka yang berada disekitar perokok lebih besar terinfeksi kanker dibandingkan perokok yang sesungguhnya. Sebagai umat muslim, islam mengajarkan kita untuk menghargai sesama manusia sebagai saudara yang jela tidak menginginkan saudaranya mendapat penyakit. Oleh sebab itu kebiasaan merokok dianggap sebagai perbuatan yang menyakiti sesama manusia. [taa]