Stop Body Shaming!

Saat tengah asyik kumpul bersama teman dan bercanda gurau terkadang ada saja hal negatif yang bisa terjadi. Saling sindir yang tadinya bermaksud sebagai hiburan, belum tentu bermakna sama bagi mereka yang menjadi bahan tertawaan. Tindakan bullying bukan hanya berbicara soal perbuatan fisik semata, tetapi juga secara verbal atau lewat kata-kata.

Salah satu tindakan bullying verbal yang kerap kali tidak Anda sadari adalah perilaku body shaming. Istilah ini menggambarkan perilaku seseorang yang gemar mengomentari bahkan menyindir rekannya yang memiliki bentuk tubuh berbeda-baik terlalu kurus maupun berbadan gemuk. 

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo menuturkan, pihaknya mengategori kan hukuman untuk pelaku body shaming dalam dua tindakan.

"Pertama, jika menghina atau mengejek nya menggunakan media sosial, itu bisa masuk ke Pasal 27 ayat 3 juncto Pasal 45 ayat 3 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik sebagaimana telah diubah oleh UU Nomor 19 Tahun 2016. Hukumannya bisa enam tahun penjara" ucap Dedi di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan pada Rabu, 28 November 2018.

Kedua, jika menghina atau mengejek secara langsung atau verbal maka pelaku bisa dikenakan Pasal 310 dan 311 KUHP tentang pencemaran nama baik, dengan ancaman sembilan bulan kurungan.

Dedi menjelaskan, hukuman seseorang yang menghina melalui media sosial lebih berat karena ketika hinaan itu di unggah, maka jutaan orang akan langsung mengetahui. Hal itu bisa berdampak buruk pada sisi psikologis orang yang dihina. Tak jarang berujung pada kasus bunuh diri.

"Sedangkan kalau secara langsung, verbal, hanya sedikit orang yang tahu" ucap Dedi.

Sekilas kita mungkin menganggap komentar tersebut hanyalah candaan biasa, namun kebiasaan ini ternyata bisa berdampak fatal bagi perkembangan psikologi seseorang. Tindakan yang umum terjadi pada kaum hawa ini sepertinya sudah tidak dapat lagi dianggap sebelah mata. Jika kebiasaan tersebut terulang kembali, artinya tidak menutup kemungkinanan akan menimpa orang-orang di sekitar kita. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui beragam fakta seputar body shaming,

Menurunkan Rasa Percaya Diri Seseorang

Setiap perempuan memiliki bentuk tubuh yang beragam, baik mereka yang bertubuh seperti buah pir, apel, jam pasir, oval, hingga boyish. Sayanga nya, terkadang bagi mereka yang merasa memiliki tubuh sempurna justru menyudut kan temannya dan menyindir nya dengan sebuah ejekan. Keadaan ini bisa membuat rasa percaya dirinya kian menurun dan membuatnya enggan bertemu dengan orang. Padahal, dukungan moral dari keluarga maupun teman adalah kunci terbaik untuk meningkatkan rasa percaya diri seseorang, agar mereka merasa setara dengan yang lain.

Berujung Pada Depresi

Penampilan fisik menjadi satu hal yang sangat sensitif bagi perempuan. Mereka mudah tersinggung ketika mulai membicarakan kekurangan fisik, baik dari bagian tubuh hingga wajahnya. Orang yang merasa ter sindir terkadang memilih untuk diam dan tidak banyak bicara. Keadaan ini justru perlu Anda khawatirkan karena kemungkinan terjadinya depresi ketika mereka sedang sendiri, menjadi lebih besar.

Menjalankan Pola Diet Ekstrim

Bagi mereka pemilik tubuh gemuk dan mulai terganggu dengan kondisi ini, akan mulai menerapkan program penurunan berat badan yang ekstrim. Sayangnya, metode ini sangat tidak baik bagi kesehatan tubuh. Apalagi jika berat badan turun secara signifikan dalam waktu cepat. Akibatnya, kemungkinan anorexia justru menjadi kian besar. Sebaliknya, bagi mereka yang bertubuh terlalu kurus bisa menjadi kalap makan dan membawanya pada obesitas. Hal ini yang menyebabkan edukasi dan pemahaman tentang pola hidup maupun diet seimbang sangat penting.

Body Shaming Tindakan Bullying

Kasus bullying yang kembali lagi terjadi dewasa ini menjadi sorotan penting yang perlu Anda cermati. Komentar negatif tentang bentuk tubuh seseorang secara verbal termasuk dalam kategori bullying. Ironis nya tindakan ini paling umum terjadi dan dilakukan oleh orang-orang terdekat.

Salah Memaknai Sebuah Kecantikan

Banyak orang yang bertubuh gemuk atau pun terlalu kurus menjadi semakin tidak percaya diri ketika mereka melihat sosok perempuan di dalam media sosial. Paras wajah yang tegas dan bentuk tubuh seperti jam pasir membuat mereka menjadi kian iri melihatnya. Padahal, saat ini banyak ajang pemilihan model bertubuh curvy yang tidak kalah populer.

Mulailah singkirkan semua perasaan malu atau pun minder yang membuat Anda kehilangan momen berharga dalam kehidupan ini. Kecantikan bukan sekadar berbicara tentang fisik semata, tetapi juga pikiran dan perbuatan kita. Tanamkan persepsi positif bahwa setiap perempuan cantik dengan segala keunikan yang mereka punya, serta berhenti melakukan body shaming terhadap orang lain. [taa]