Tips Mencapai Target Tadarus Quran di Bulan Ramadhan

Di bulan ramadhan yang penuh kebaikan ini, apalagi dimasa-masa pandemi saat ini membuat waktu luang yang kita punya menjadi lebih banyak. Disaat seperti ini, kita diberikan waktu untuk bisa menjadi lebih baik lagi dengan cara menggunakan waktu sebaik mungkin.


Salah satu kegiatan yang sering kali kita abaikan adalah membaca Al-Qur'an. Mengkhatamkan al-quran merupakan salah satu kegiatan yang membawa kita kepada segala limpahan kebaikan. Karena umumnya orang-orang di hari-hari biasa itu akan disibukkan oleh banyak kegiatan lainnya yang membuat kita lupa untuk meluangkan waktu sedikit agar bisa membaca Al-Quran walau hanya satu halaman.


Terkadang suka sedih kalau sedang membaca Al-Qur'an tiba-tiba sudah menguap saja, padahal baru beberapa menit membacanya. Sedangkan, saat menatap layar handphone bisa sampai sejam-dua jam mata kita bertahan untuk terus melihatnya.
Hal ini sering juga dirasakan banya orang, termasuk saya salah satunya. Mengapa hal itu sulit sekali untuk dihindari, ya? Umumnya mengantuk biasa terbagi menjadi tiga jenis diantaranya:


1. Mengantuk karena kurangnya waktu untuk tidur yang cukup.
Contohnya, ketika menjalankan segala aktivitas, kita akan merasa mudah mengantuk. Itu tandanya kita kurang tidur, maka sebaiknya atur kembali waktu tidur kita supaya tidak mudah mengantuk.


2. Memiliki masalah pada kesehatan matanya.
Contohnya, ketika kita sedang menatap tulisan, kemudian kita mudah mengantuk. Sedangkan, saat menjalankan aktivitas lainnya dirasa biasa saja. Itu tandanya kita memiliki masalah pada kesehatan mata kita.


3. Mengantuk hanya saat menjalankan ibadah.
Contohnya, ketika membaca Al-Quran atau melaksanakan ibadah lainnya, tiba-tiba langsung mengantuk. Sedangkan, saat membaca tulisan-tulisan lainnya, seperti novel atau buku cerita lainnya tidak cepat mengantuk. Itu pertanda bahwa rasa kantuk yang terjadi bisa dipicu oleh hati yang kotor.


Solusinya adalah dengan memperbaiki pemahaman, perbanyak istighfar, bersihkan hati dan memperkuat hati.
Berikut ini beberapa tips untuk bisa mengkhatamkan Al-Quran, meski rasa kantuk datang secara berlebihan:


1. Tarik Nafas
Sebelum mulai membaca Al-Qur’an, ada baiknya untuk menarik nafas dalam-dalam secara perlahan melalui hidung, kemudian keluarkan melalui mulut. Lakukan minimal tiga kali, untuk mencegah rasa kantuk datang saat beribadah.


2. Membangun Niat
Membangun niat merupakan cara yang efektif untuk memacu kamu untuk membaca Al-Quran dan menyelesaikannya dengan tepat waktu. Rasulullah bahkan mengajarkan umatnya melalui kata-kata dan tindakan tentang pentingnya memiliki niat atau tujuan.
Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Al Khattab radhiallahuanhu, dia berkata, "Saya mendengar Rasulullah shallahu`alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena menginginkan kehidupan yang layak di dunia atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan.”


3. Berwudhu
Sebelum membaca Al-Qur’an atau mengerjakan ibadah lainnya, kita dianjurkan untuk berwudhu terlebih dahulu. Dan mengondisikan diri dalam keadaan suci. Sebab wudhu menjadi salah satu adab dalam membaca Al-Qur’an.
Dari Abu Bakr bin Muhammad bin ‘Amr bin Hazm dari ayahnya dari kakeknya, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menulis surat untuk penduduk Yaman yang isinya, “Tidak boleh menyentuh Al-Qur’an melainkan orang yang suci”. (HR. Daruquthni no. 449. Hadits ini dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani dalam Al-Irwa’ no. 122).


4. Memahami atau Mentadabburi Bacaan
Cobalah untuk membaca terjemahan tiap ayat ketika membaca Al Quran tiap harinya. Dengan membaca terjemahan Al Quran ini kamu juga akan memperoleh ilmu bermanfaat dari ayat-ayat Al Quran.
Perintah untuk mentadabburi Al-Qur’an disebutkan dalam ayat,
أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآَنَ أَمْ عَلَى قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا
“Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran ataukah hati mereka terkunci?” (QS. Muhammad: 24)

كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آَيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ
“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran.” (QS. Shaad: 29)


5. Ada Balasan yang Besar
Meyakini bahwa setiap ayat bahkan setiap huruf dari Al-Qur’an yang kita baca akan mendapatkan balasan kebaikan dari Allah Ta’ala. Hal ini dapat memotivasi kita untuk memperbanyak ayat yang kita baca demi mengharapkan balasan kebaikan yang banyak dari Allah Ta’ala. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
"Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Alquran maka ia akan mendapat satu kebaikan dan dari satu kebaikan itu berlipat menjadi sepuluh kebaikan. Aku tidak mengatakan alif lam mim sebagai satu huruf. Akan tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf." (HR. Bukhari)


6. Tempat yang Kondusif
Saat ingin membaca Al-Qur’an, pastikan kamu memilih tempat yang tepat dan kondusif. Seperti di ruangan yang terang, terbebas dari suara-suara yang dapat mempengaruhi kekhusyukan ketika membaca, seperti suara orang mengobrol, atau suara radio atau TV apalagi musik, dan lain-lain.
Oleh karena itu, para ulama lebih menganjurkan ketika membaca Al-Qur’an hendaknya di masjid. Alasannya adalah selain sangat kondusif (tidak ada yang mengganggu), di  masjid adalah tempat yang bersih dan dimuliakan. Selain itu juga, kita dapat memperoleh fadhilah i’tikaf.
Imam Nawawi rahimahullah menyatakan, “Hendaklah setiap orang yang duduk di masjid berniat i’tikaf baik untuk waktu yang lama atau hanya sesaat. Bahkan sudah sepatutnya sejak masuk masjid tersebut sudah berniat untuk i’tikaf. Adab seperti ini sudah sepatutnya diperhatikan dan disebarkan, apalagi pada anak-anak dan orang awam (yang belum paham). Karena mengamalkan seperti itu sudah semakin langka.” (At-Tibyan, hlm. 83).


7. Tetap konsisten
Banyak orang begitu semangat membaca al-quran dan menunaikan ibadah lain di awal puasa. Saat tiba akhir puasa, tidak sedikit orang yang semangatnya berkurang.
Kunci keberhasilan adalah konsistensi. Setelah kamu memetakan rencana, maka konsistenlah dengan rencana itu. Ingatkan diri tentang kebesaran bulan Ramadhan yang memberikan kesempatan bagi spiritual untuk meningkat, termasuk hubungan dengan Al Quran.

Nah, demikianlah tips yang bisa kamu coba supaya tadarusan makin lancar dan kantuk yang datang pun dapat dihadang. Selamat mencoba! Semoga bermanfaat.
(yas)